Blogger Korean

MixPod_Playiist

Powered By Blogger

Senin, 09 Mei 2011

[Sinopsis] Bad Boy / Bad Man eps 7

Bad Boy / Bad Man
eps 7 

Dikisahkan bahwa Moon Jae In sudah sampai di korea, dia membelikan oleh-oleh aksesoris HP pada adiknya.
Jae In terlihat di rumahnya masih gelisah memikirkan Tae Sung, tiba-tiba dia mendapatkan sms dari Gun Wook.
"Aku sudah sampai di Seoul"
Jae In tiba-tiba merasa semangat dan tambah penasaran, dia ingin tahu apa Tae Sung juga datang, dia bingung mencari bahasa yang tepat agar tidak terlalu dicurigai Gun Wook. (berapa kali nulis trus dihapus lagi)


"Kamu datang sendiri?" balas Jae In
"Dia bersamaku", jawab Gun Wook
Jae In begitu lega dan senang mengatahui Tae Sung sudah kembali ke Seoul (kasian Oppa hehe)
Dia lalu pergi ke salon menata rambutnya.

Jae In lalu menghadap Ny. Shim, dia mohon maaf karena blom berhasil mendapatkan topeng kaca itu di Jepang karena didahului orang korea lainnya. Namun dia berjanji akan mendapatkan topeng kaca itu untuk acara pembukaan Gallery Seni.
Begitu keluar dari bandara ternyata Tae Sung tidak mau langsung kembali ke apartemen atau rumahnya.


Dia minta diantar ke kantor polisi untuk memberi keterangan pada detekif Kwak dan Lee. Gun Wook tadinya ingin menunggu di luar, karena sebenarnya dia ingin mengkoordinir orang-orangnya. Tapi dia sekilas mendengar detektif membicarakan perihal hong tae sung lainnya. Gun Wook langsung berpaling kaget.



Gun Wook pun lalu masuk ingin tahu apa yang terjadi dan sedang ditangani polisi (hebat ya bukan menghindar tapi justru malah mendekat untuk melihat situasi lawan, pantes jadi spy ni Gun Wook)
Gun Wook masuk, Tae Sung memperkenalkan Gun Wook sebagai asistennya. Gun Wook diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka dengan cermat, dia tak mau kecolongan langkah oleh polisi. Detektif berkata bahwa Sun Young sepertinya mengenal Hong Tae Sung lain sebelumnya yang tertukar dan tidak jadi diadopsi oleh grup Haeshin. Ada saksi yang melihat dia pernah berdebat dengan laki-laki itu sebelum dia meninggal. Detektif menjelaskan laki-laki itu adalah teman satu panti dengan Sun Young.


"Dia (sun Young) pernah berkata bahwa dia menyukai nama Tae Sung", kata Tae Sung mengingat-ingat.

Ingatan Gun Wookjuga kembali ke beberapa waktu yang lalu, saat Sun Young datang ke apartemennya. Saat itu Gun Wook sedang sibuk mempelajari dokumen tentang keluarga Haeshin Grup. Sun Young yang telah menganggap Gun Wook seperti adiknya masih terbiasa memanggil Gnn Wook dengan nama kecilnya, Tae Sung.
"Tae Sung-a, orang yang berkencan denganku juga bernama Tae Sung", cerita Sun Young yang sedang di pantry dengan semangat.
Namun Gun wook masih sibuk dengan dokumennya. Sun Young protes dan menghampiri GUn Wook.


"Iya, Noona (mba/teteh). Wah aku sudah lama tidak mencicipi masakanmu nih".
Gun Wook lalu ke pantry mencicipi makanan
"Mulai sekarang panggil aku Gun Wook", kata Gun Wook
Sun Young melihat dokumen-dokumen Gun Wook, dia tertegun melihat foto kekasihnya Hong Tae Sung di sana.
"Gun Wook. Dia orang yang kencan denganku", kata Sung Young. Gun Wook terkejut.


Setelah selesai Gun Wook mengantar Tae Sung pulang ke apartemennya. Di jalan dia teringat bahwa saat pertama kali dia datang ke rumah grup Haeshin, ada anak lain di luar yang juga menjawab kita mendengar nama Tae Sung di sebut.
"Teu sung..a", kata Tae Sung mengingat ingat.
Tapi Gun Wook tak sengaja menyahut karena merasa itu namanya (panggilan kecilnya). Untung Tae Sung masih berpikir serius dan tak memperhatikannya. Gun Wook merasa dirinya agak ceroboh kali ini (untung aja ga ketahuan)

Tae Sung menyumpahi Tae Sung yang lain tertukar sebelum dia diadopsi grup Hae Shin. Gun Wook merasa sebal mendengar sumpah serapah itu (orang dia yang disumpahin hehe).

Mone, Taera menunggu ibunya di butik. Mone berusaha menelepon Gun Wook tapi tak diangkat, Dia ingin tahu kapan Gun Wook kembali. Taera berusaha menjelaskan pada adiknya bahwa laki-laki jika tidak menelepon atau tidak menerima telepon kita berarti dia hanya memanfaatkan kita saja Namun Mone cuek
"Aku tidak keberatan kalau dia memanfaatkanku karena kekayaan kita. Karena akulah yang menyukainya!"


Ibunya lalu datang, dia tak suka melihat satu baju yang ditawarkan padanya, tapi dia minta dibungkus karena akan diberikan pada seseorang yang pasti sangat berterimakasih karena itu.

Moon Jae In sedang bingung, uangnya untuk bulan ini sudah menipis. Lalu datang Ny. Shim menemuinya. Dia memberikannya baju dengan harap bisa cepat mengurus topeng itu. Jae In berterimakasih. Begitu dia lihat baju itu baju yang mahal dia seperti mendapatkan ide untuk menambah uang kasnya.

Mereka sampai di apartemen Tae Sung. Tae Sung langsung ke kamarnya dan membuka lemari bajunya. dia melihat dan memegang baju-baju Sun Young yang masih tersimpan di sana.


Dia terkenang Sun Young dan bersedih karenanya.
Gun Wook penasaran dan bertanya sesuatu pada Tae Sung.
"Jadi kau pulang ke korea bukan karena topeng ini"
"Kematiannya merupakan beban berat, tapi jika kematiannya bukan karenaku. aku merasa sedikit lebih baik", jawab Tae Sung.
Tae Sung lalu menyurun Gun Wook menyingkirkan semua baju dan barang-barang wanita yang ada di apartemennya. Gun Wook merasa berat mendengarnya.
"Orang itu, bukankah Anda mencintainya. jika Anda mencintai wanita tersebut, tidakkah ada setidaknya satu benda yang disimpan untuk kenang-kenangan?"


"Aku tak butuh buang saja semuanya!"
Gun Wook membuka lemari pakaian dan terkenang Sun Yong memandang baju-bajunya yang tergantung di sana. Dia memasukkan baju-baju, make up juga barang-barang pribadi Noona-nya itu dengan sedih.



Dari sebuah buku, Gun Wook menemukan sebuah foto Tae Sun dan Sun Young yang terselip di sana.
Dia ingat kembali saat Sun Yong berada di rumahnya. Setelah melihat foto Tae Sung diantara grup Haeshin, dia meminta Gun Wook menghentikan rencana balas dendamnya.


"Aku mencintai lelaki ini , tolong hentikanlah", pinta Sun Young (Gun Wook pake T-shirt di rumahnya seksi juga ya)
Gun Wook pusing juga kesal dia meremas dokumennya.

Tae Sung pergi sendirian, dia ternyata datang ke tempat abu Sun Young disemayamkan. Dia membawa bunga putih dan seolah-oleh berbicara pada Sun Young sambil menangis.


"Mereka bilang kau mungkin meninggal bukan karena aku. Benarkah? ", Taesung merasa tak rela Sun Young terlibat dengan lelaki lain.
Tapi aku merasa sedikit lega", lanjut Tae Sung.

Melihat foto itu dan mengingat Sun Young perasaan bencinya timbul, Gun Wook meremas foto itu dan membuangnya ke tempat sampah.


"Cinta, meskipun kau membuangnya ke tempat sampah, kenangannya tak kan terlupakan. Cinta...", tutur Gun Wook dalam hati.
Gun Wook lalu menunduk sedih dan tangisannya pun tumpah.
(Suasananya jadi sedih banget apa dia juga sebenarnya cinta banget sama Sun Young, tapi Sun Young cuma nganggap adik?).

Tae Sung masih sedih dia duduk bersandar sambil menangis.
"Jika orang itu (tae sung yang tertukar/gun wook) ada sangkut pautnya dengan kematianmu, aku tidak akan mentolerirnya"


(Duh ini scene berturut-turut bikin, OST nya juga bikin tambah sedih, dua-duanya sedih dan dua-duanya saling benci)
Gun Wook tak tega membuang barang Kak Sung Young, dia membawanya ke apartemennya dan menyimpannya. Dia seolah-olah bicara pada Kak Sun Young.


"Kak, Maafkan aku. Aku tidak bisa menghentikannya (rencana balas dendam). Supaya Orang-orang itu, Grup Haeshin, mereka tahu apa kesalahan yang telah mereka perbuat. Nanti setelah semuanya selesai, biar aku menerima hukumanku"

Jae In berniat menjual baju yang dia dapatkan dari Ny. Shim. Namun dia menelepon Gun Wook terlebih dahulu.
"Aku akan ke rumah Tn Hong", kata Gun Wook
"Apa orang itu juga pulang ke rumahnya?", tanya Jae In berharap
"Mungkin saja, knapa kau tanya itu?" sindir Gun wook cuek
Jae In mencoba berkilah (cewe matere nih jae in hehe)

Dengan setelan jas, Gun Wook pergi dengan mengendarai motor sportnya menuju rumah Tn. Hong (aneh juga sekarang liat Gun Wook pake jas naik motor, biasanya pake jaket kerennya itu). Dia memberhentikan motornya tepat di muka mobil Tn. Hong yang baru datang.


Dan langsung turun mengetuk kaca jendela tn. Hong. Pengawalnya berusaha menghenikannya, tapi Tn. Hong senyum melihat Gun Wook.
"Aku sudah kembali", lapor Gun Wook
Tn Hong senang dan menepuk bahu Gun Wook dia lalu mengajak Gun Wook masuk ke rumahnya. (mereka berdua seperti punya chemistry, apa mereka bener bukan sedarah??)
Gun Wook masuk ke halaman rumah, begitu sampai di gerbang langkahnya tiba-tiba terhenti.


dia ingat saat pertama kali datang dan takut dibawa ke rumah ini. Dia memandang rumah itu dan masih ingat kenangan yang dalam akan rumah itu. Dia lalu perlahan memasuki rumah dan kembali teringat masa kecil saat dia masih di sana. (aktingnya KNG keren banget, Kim Jae Wook sepertinya masih harus belajar dari KNG nih hehe buat adegan yg dia masuk ke kedai ibunya. Matanya Gun Wook mengandung arti yang dalam)

Gun Wook lalu duduk di ruang tamu menemui Tn. Hong, dia masih mengenali pembantu rumah tangga wanita di sana. Tn. Hong bertanya tentang anaknya Hong Tae Sung.
"Aku pulang bersamanya", kata Gun Wook.Tn. Hong tapi merasa masih sulit menangani anaknya walau anaknya sudah pulang.
"Bagaimana pendapatmu?", tanya Tn Hong
"Saya pikir Anda perlu memberinya pekerjaan", kata Gun Wook



Tun. Hongmenayakan alasannya
"Sejauh yang saya lihat ketika bersamanya, dia orang yang pintar dan cepat mengambil keputusan", jawab Gun Wook
Tn. Hong tertawa senang mendengar pujian tentang anak nomor duanya itu (biasanya anaknya terkenal trouble maker doang hehe, trouble maker emang perlu diberi tanggung jawab biar terarah. tp Gonuk pasti punya maksud lain juga).

Ny. Shim pulang ke rumahnya, dia membawa Jae In bersamanya (jae in pake baju baru nr Ny. shim itu). Ny. Shim tidak suka ada orang asing ke rumahnya. Dia bertambah tidak suka dan ketus begitu tau orang itu adalah Shim Gun Wook , orang yang disukai Mone. Jae In dan Gun Wook pura-pura tidak saling kenal. Ny. Shim berkata bahwa dia ingin Gun Wook pulang sebelum Mone datang. Gun Wook tahu diri bahwa dia sebenarnya diusir Ny. Shim, Gun Wook lalu keluar. Begitu Gun Wook pergi. Ny. Shim mengomel. Dia percaya bahwa orang spt Gun Wook itu penipu.

Jae In menemui Gun Wook. Dia menanyakan Hong Tae Sung. Gun Wook merasa dia tidak ada urusan dengan Hong Tae sung dalam hal ini


(Gonuk cuma mo mancing Jae In kayaknya, dan Jae In gampang dipancing skr hehe).
Gun Wook berjalan ke halaman. Dia terkenang saat kecil sering melewati halaman dan masuk ke sebuah ruangan penyimpanan/gudang). Gun Wook lalu menuju ruang itu dan masuk ke dalam.


Dia masih menyimpan memori yang dalam tentang ruang itu.
Dia ingat saat dia kecil sering masuk ke sana. Lalu mengambil kotak kado, dan memakan permen yang ada di sana. Gun Wook lalu naik dan mengambil kotak itu, dia juga mengambil permen yang sama seperti dulu dan memakannya.
GuUn Wook teringat lagi. dulu ada pelayan wanita yang kerap menghiburnya di sana saat dia sedih dan ingat orang tuanya di desa. Pelayan itu yang memberinya permen pertama kali. "Rasanya enak khan?"



"enak", gumam Gun Wook dewasa mengingat kejadian itu.
pada saat yang sama pelayan yang dulu itu masuk ke gudang. Dia kaget ada orang di sana dan tahu tempat kotak permennya itu. (nyaris ketahuan!). Namun Gun Wook tidak pernah gugup dia hanya berkata bahwa kotak itu menarik perhatiannya. Pelayan itu seperi terngat sesuatu dan ingin bertanya tapi urung.
GUn Wook lalu bertanya
"Tuan Muda Tae Sung ingin tahu tentang apa ada anak yang juga pernah tinggal di rumah ini. Kau bisa membantuku?"
"Aku tidak tahu", jawab pelayan itu bohong (tentang anak tertukar itu rasanya dirahasiakan)
Gun Wook lalu pergi.

Jae In telah bicara dengan Ny. Shim, dia lalu keluar., Dia masih bingung karena Ny. SHim masih berharap dia cepat mendapatkan topeng itu. Jae In sendiri belum bertemu dengan Hong Tae Sung untuk menanyakan hal ini.
Begitu keluar halaman, dia lihat Gun Wook yang masih menunggu di luar rumah. Gun Wook melihat Jae In datang tak membawa mobilnya. Dia lalu mengajak Jae In membonceng motornya. Jae In merasa ragu, dia tidak biasa naik motor seperti itu, dengan rok lagi. (duh ajak aku aja deh Oppa...ngareeep).
Gun Wook memberikan helm untuk Jae In.


Jae In masih ragu untuk memakainya. Gun Woo juga lalu membuka jasnya dan memberikannya pada Jae In
"Akan dingin nanti", katanya perhatian (lha gun wooknya cuma pake kemeja doang. ini adegan yang bikin aku cemburu dan pernah pengen nangis sampe ngadu sama mba mee dan enNa hiks)
Jae In akhirnya memakai helm dan naik membonceng. Gun Wook lalu memacu motornya pergi dari situ.


Mone baru saja datang dan melihat Gun Wook, tapi terlambat Gun Wook keburu pergi. Di perjalanan, Jae In ternyata menikmati juga dibonceng dengan motor sport.


Dia senang dan akhirnya memeluk pinggang Gun Wook dan menyenderkan kepalanya. Gun Wook tersenyum bahagia (aku yang sesek liatnya)
Shim Gun Wook mengantar Moon Jae In sampai ke dekat apartemennya. Di jalanan yang bertangga mereka duduk-duduk dan ngobrol berdua di sana. Gun Wook berkata bahwa tadi dia di rumah Tn Hong karena urusan Mone.
"Rumah mereka besar ya?", pancing Gun Wook
"Pertama kali aku melihatnya aku tak percaya ada rumah seperti itu di dunia ini. Aku merasa seperti ada di dunia yang berbeda", kisah Jae In


"Hong Tae Sung sudah kembali", kata Gun Wook. Jae In langsung malu-malu mendengarnya.
"Tapi alasanku sebenarnya adalah untuk topeng kaca itu", kata Jae In
"Mengapa kau tidak menghubunginya dan memintanya sendiri?", tanya Gun Wook
Jae In sebenarnya takut jika dia minta pun Tae Sung malah akan bermain-main dengannya dan mungkin tak kan memberikannya.
"Tujuannya khan untuk membuat kesal ibunya", kata Jae In
Gun Wook merasa Jae In lebih mengenal Tae Sung daripada dirinya sekarang.
Lalu Jae in juga merasa bahwa dia memang tak begitu mengenal Gun Wook (misterius sih). Dia lalu bertanya tentang diri GUn Wook. Gun Wook agak gugup juga (gugup tapi seneng jangan2 nih Oppa ku!)
"Apa yang ingin kau ketahui tentang aku?", tanya Gun Wook
"Siapa orang tuamu, pekerjaan mereka, kesukaanmu, cita-citamu.."

Jae In lalu pamit pulang karena hari sudah gelap.
"Bagaimana dengan topeng itu?", tanya Gun Wook
"Aku membuuhkan topeng itu", kata Jae In.
Setelah Jae In pergi, Gun Wook termenung sejenak dia tak menyangka bahwa Jae In juga ingin tahu mengenai dirinya.


Keesokan harinya karena permintaan Gun Wook, Hong Tae Sung mulai pergi ke kantor Grup Haeshin diantar oleh Gun Wook (Gun Wook Tn Hong udah kayak bayangan ke mana boss membutuhkan dia ada). Sampai di lobby kantor dia menyindir sekuriti yang dulu pernah mengusirnya karena tidak tau dia anak lak-laki ke 2 Grup Haeshin.


Gun Wook mengantar Tae Sung sampai ke ruang pertemuan dengan Tn. Hong. Di sana juga sudah ada Taera dan Ny. Shim. Mereka menegur Tae Sung yang sudah beberapa hari di Seoul tapi tak memberi kabar sedikitpun.


Taera sepertinya merasakan debaran saat melihat Gun Wook, dia agak grogi. Ny. Shim juga tidak suka melihat Gun Wook masuk ke ruangan mereka. Tae Sung ingin Gun Wook menemaninya di sana tetapi Ny. Shim menyuruhnya keluar. Ny. Shim juga tak habis mengerti mengapa suaminya mempercayakan Hong Tae Sung yang kerjaannya hanya bermain dan membuat masalah untuk bergabung di perusahaan. Namun keputusan Tn. Hong sudah bulat, Tae Sung dipercaya menangani bagian kontruksi untuk pembangunan Taman bertema robot.

Gun Wook ke luar ruangan, di luar dia mengenali asisten Tn. Hong yang dulu saat dia kecil pernah mendorongnya hingga jatuh tertusuk pecahan kaca lemari. Kesempatan itu dia pakai untuk berbicara dengan asisten itu menanyakan tentang anak yang dulu tertukar sebelum Tae Sung diadopsi. Gun Wook beralasan bahwa tuan muda Tae Sung ingin mengetahui hal itu (aku penasaran nanti Gun Wook mau ngelaporin apa ya ke tae sung tentang dia sendiri hehe).
Asisten itu agak mencurigai Gun Wook.
"Namamu Shim Gun Wook khan? (gun Wook mulai terkenal di grup Haeshin persis spt tujuan dia semula ngedeketin Mone ). Aku tidak menemukan data-data mengenai masa kecilmu", kata asisten itu curiga


"Bukankan jika orang bisa jadi asisten pribadi dia artinya bersih", kilah Gun Wook beralasan.
"Ini karena Mone", kata asisten itu

Tae Sung akhirnya selesai bertemu Tn. Hong ,
"Mau pergi kemana sekarang?", tanya Gun Wook
Dia berkata dia tidak perlu diantar kali ini lalu meminta kunci mobil dari Gun Wook. Gun Wook melemparkan kunci itu pada Tae Sung (eits keren juga dua cowo ini ya). Mereka lalu berpisah. Gun Wook lalu berjalan sendiri ke lift, menunggu di depan lift. Tak lama kemudian datang seorang wanita dan tepat berdiri di sebelahnya. Dia adalan Hong Taera.


Mereka tak saling melirik ataupun menyapa, Taera terlihat agak gugup.
Begitu pintu lif terbuka, Gun Wook dengan cool masuk duluan ke dalam lift, dan menyandar di belakang. Tae ra akhrinya juga masuk dan berdiri di tengah. Hanya mereka berdua di dalam sana. Taera agak gugup, penasaran dan setengah berharap


tapi Gun Wook tak menegurnya sediktpun.
Tiba-tiba terlihat Gun Wook memegang tangan Taera dan menariknya ke arahnya. Mereka berhadapan sejenak.


Lalu mereka berciuman lembut dan bercumbu di dalam lift (sensor ya ini khusus dewasa wkwkwkwk). Namun itu ternyata cuma khayalan yang ada di benak Taera. Begitu sadar Taera sepertinya malu akan apa yang sempat terpikirkan olehnya
(emang beda sih klo emak-emak mengkhayal mah ngedipin ke anak RF hihi)

Tiba-tiba Taera menjatuhkan syalnya karena gugup. Dia dan Gun Wook jongkok dan bersamaan mengambilnya (gun Wook mulai mau beraksi juga ternyata).
Taera tambah gugup. Mereka saling menarik syal itu.


Iift tiba-tiba terbuka dan banyak karyawan masuk. Lift jadi penuh Taera terdorong ke belakang di sebelah Gun Wook.

MEreka berdua masih memegang syal yang sama. Taera menarik syalnya. Ternyata Gun Wook mengambil kesempatan itu untuk mengenggam tangan Taera.
Taera tampak tegang (so do I).
Gun Wook bertansformasi menjadi bad guy dan mempermainkan tangan Taera,




Taera yang tegang hanya bisa diam dan pasrah.
Begitu lift sampai di lantai 1, Gun Wook pun ikut keluar bersama-sama karyawan yang lain dengan cool tanpa menengok dan bicara sedikitpun. Taera masih terdiam sejenak sendiri di dalam lift dengan perasaan campur aduk, dia perlahan mengambilvdan memandang syalnya lalu keluar. Dia dari jauh memandangi Gun Wook yang pergi dan turun begitu saja dengan elevator.


 

(wow Gon Uk Oppa memang cooool dia cuma setengah nengok lagi). Setelah Gun Wook menghilang dia memegang dadanya yang berdebar.
Moon Jae In akan pergi menjual lagi baju pemberian Ny. Shim, tapi Gun Wook meneleponnya. Dia berkata Hong Tae Sung ada di kantor Grup Hae Shin. Jae In buru-buru pergi dan memakai lagi baju bagusnya itu (duh yang pengen ktemu Tae Sung). Dia ditunggu Gun Wook di lobby.
"Mana Tae Sung?", tanya Jae In


"Dia sudah pergi", kata Gun Wook cuek. Dia malah mengajak Jae In makan.
Jae In kesal dan merasa Gun Wook cuma ingin mempermainkannya.
"Jika kau benar-benar membutuhkan topeng itu knapa kau tidak mengambilnya atau mencurinya saja selagi di Jepang. Kau ingin dia menyerahkan padamu ya?!" sindir Gun Wook
"Iya, aku memang ingin dia yang mengantarkannya!"
Jae In langsung pergi dengan kesal.

Jae In kesal, di toilet dia langsung menggani baju mahalnya itu dengan bajunya (sayang soalnya mau dijual atau dikembalikan lagi wkwkwk). Gun Wook merasa bersalah dan kasian pada Jae In dia lalu menelponnya kembali.


"Aku antar kau pulang lagi, turunlah ke tempat parkir", kata Gun Wook
Jae In masih mengomal dan marah-marah
"Aku menunggumu", kata Gun Wook
Dengan kesal Jae In akhirnya turun ke tempat parkir. Tae Sung yang kebetulan ada di sana melihat Jae In dam menghampirinya. Jae In senang bisa kembali bertemu dengan Tae Sung.
Gun Wook rupanya memang sengaja menyuruh Jae In ke bawah agar bertemu Tae Sung.


Setelah melihat mereka telah bertemu Gun Wook pergi dari situ (yah udah lah biarin aja dia ktemu tae sung. Oppa ma kita aja hihi)
Tae Sung dan Jae In lalu berbincang sambil minum di sebuah Cafe. Jae In menanyakan topeng itu.
"Kamu membawanya khan", tanya Jae In

Tae Sung iseng menjawbanya dan membuat Jae In khawatir.
"Jika kau begitu membuuhkannya mengapa kau meninggalkannya untukku. Kau ingin aku menyerahkannya padamu?" tanya Tae Sung
Jae In berkilah (kalau di depan Tae sung pura-pura hehe) bahwa dia ingin membelinya dari Tae Sung dengan fair.
"Aku belum memberontak padanya, bukannya kau menyuruhku demikian"
"Maksudku bukan seperti itu, barang seni bukan untuk mainan. Kau tidak perli terus memberontak, jika kau baik mungkin beliau akan tersentuh"
"Orang sepertinya tidak akan tersentuh oleh orang sepertiku", kata Tae Sung yang sudah mengerti ibunya itu.
Jae In akhirnya menyerah dia beranjak pergi.
Tapi tiba-tiba Tae Sung berkata
"Aku akan mengirimkannya padamu"
Jae In lega.

Di rumah Tn. Hong, pelayan bersiap-siap menyambut kedatangan Hong Tae Sung. Mone senang mengetahui hal ini, iu berarti Gun Wook Oppanya juga sudah berada di korea (kasianMone baru tahu). Mone langsung menelepon Gun Wook, tapi Gun Wook tak mau mengangkatnya (kasian Mone..tapi mungkin GW emang ga mau kasih harapan lagi ke Mone)


Gun Wook lalu terlihat bersantai di depan mini market. Dia kembali melihat Won In (adik Jae In). Dia memberi uang pada Won In dan titip dibelikan eskrim. Mereka berdua makan eskrim.


Won In memuji Ajushi yang kali ini punya uang . Terakhir mereka ktemu Gun Wook lagi ga ada uang sama sekali di celananya hehe. Ketika Won In akan pergi Gun Wook memanggilnya dan memberinya gantungan HP. Won In kaget melihat asesoris itu. Dia mengambil HPnya dan menujukkan dia juga punya asesoris yang serupa.


Won In tak menyangka selera ajushi ini sama dengan kakaknya. Won In penasaran dengan Gun Wook yang suka tak sengaja bertemu ini, apa dia punya pacar, punya rumah dan punya uang. (adik dan kakak sama-sama penasaran, jangan2 dia pengen jodohin ajushi ini ama kakaknya hehe)

Dalam perjalanan pulang Jae In meng-sms Gun Wook. Dia berterimakasih karena telah bertemu dengan Tae Sung.
"Tapi awas jika lain kali kamu mengerjaiku lagi"
Mereka sebenarnya berpapasan tapi tidak saling tahu. Gun Wook tersenyum membaca pesan itu. Dan Jae In juga sedang bahagia.

Suatu waktu ada kiriman datang ke Gallery Seni. Jae In lega, dia tahu itu pasti topeng kaca dari Hong Tae Sung. Dia langsung memberikannya pada Ny. Shim. Ny. Shim begitu bersyukur membuka bingkisannya dan melihat sebuah wadah dari kotak kayu.
Pada saat yang sama Hong Tae Sung pun pergi ke gallery mengajak Gun Wook (bayangannya seperti biasa hehe).
Jae In tiba-tiba dipanggil lagi. Ny. Shim begitu marah karena melihat isi kotak kayu. Tak ada topeng kaca yang ada hanya beberapa foto anaknya membawa topeng sambil mengejeknya.


Ny. Shim langsung memarahi Jae In yang membiarkan topeng itu jatuh ke tangan orang yang tak punya jiwa seni seperti anaknya itu.

Tae Sung masuk ke ruangan ibunya dan mengomentari ada ribut-tibut di sana. Dia memperlihatkan topeng kaca pada ibunya.

"berikan padaku, kembalikan!", kata ibunya.
tapi Tae Sung masih ingin mengerjai ibunya
"ini milikku", kata Tae Sung
Ibunya marah-marah, Gun Wook yang menunggu di luar mendengar keributan itu
"Apa sih yang bertahan jadi milikmu, wanita saja setelah jadi pacarmu kau campakkan seenaknya. Sekarang topeng itu mengapa tak kau pecahkan saja sekalian", tantang Ny. Shim kesal
Tae Sung semakin menjadi ditantang seperti itu. Dia pun nekad melempar topeng itu ke tembok, dan hancurlah topeng itu seketika.



Gun Wook mendengar suatu yang pecah di luar mulai khawatir merasa ada yang tidak beres.Jae In sebagai pecinta seni tidak rela topeng itu hancur begitu saja. Dia langsung kesal menghampiri Tae Sung. Dia ingin memukul Tae Sung tapi tae sung menangkap tangannya.
"Apa kau begitu hebatnya sampai menghancurkan karya seni Professor Ryu?!", seru Jae In kesal.
Dia mengomel pada Tae Sung.

Ny. Shim tiba-tiba tidak suka melihat Jae In yang biasanya terlihat patuh kali ini berani mengomel di ruangannya dan memarahi anaknya. Dia langsung menampar Jae In. Dia mengatai Jae In melanggar tatakrama dan berani memukul anaknya di hadapannya. Dia lalu mengusir Jae In keluar.


Gun Wook begitu cemas mendengar Jae In mendapat masalah, saa dia ingin membuka pintu, Jae In keluar dari ruangan. Jae In langsung berlari keluar. Gun Wook mengejar Jae in dan menahan tangannya. Tapi Jae In sedang benar-benar terpukul.
"Biarkan aku sendiri!", seru Jae In sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Gun Wook


Tae Sung masih di ruangan ibunya.
"Benarkah yang kau bilang barusan tadi bahwa ternyata paling tidak kamu menganggap aku anakmu?"
"Kau salah paham, aku hanya tak ingin orang merendahkan grup Haeshin. Kau jangan sampai membuat malu grup kita", kata Ny. Shim dingin.
Tae Sung sedih Ny. Shim memang tidak pernah menganggap dia sedikitpun adalah anaknya (sama ibunya dibuang, ibu tirinya juga benci ma dia..Tae sung ini dari kecil kurang kasih sayang)

Hari sudah mulai gelap. Jae In berjalan tak tentu arah, dia bahkan tak sadar berjalan keluar dari trotoar dan masuk ke badan jalan. Dengan sigap Gun Wook menarik Jae In ke pinggir, Dia ternyata mengikuti Jae In dari tadi (duh Oppa sampai segitunya). Dia lalu membawa Jae In ke tempat yang aman dan mengajaknya bicara.


"Anggaplah aku ini Hong Tae Sung. Marahlah padaku seperti dulu kau menyangka ku Hong Tae Sung", kata Gun Wook peduli. "Ayo cobalah", desak Gun Wook lembut.


(Gun Wook cakep banget, wajahnya kalem, tatapan lembutnya ingin melindungi, lehernya keliatan panjang)

Tae Sung sedang bersedih dia termenung sendiri di mobilnya, lalu akhirnya dia membawa mobilnya.
Jae In menghela nafas dan mencoba mengikuti saran Gun Wook
"Hong Tae Sung!", kata jae In mencoba melampiaskan kesalnya pada Gun Wook "Ini pertama kalinya aku melepaskan karya seni berharga karenamu. Dengan berharap kamu akan kembali, dan kita akan menyerahkannya bersama. Tapi kau malah menghancurkannya, dan kau pun menghancurkan kepercayaan Ny. Shim padaku. Aku tak menyangka bisa terlibat dengan laki-laki sepertimu, aku sepertinya belum belajar banyak (tentang laki2)", Jae In mengeluarkan ganjalan hatinya.
Lalu dia menangis..

Gun Wook dengan seksama memperhatikan keluhan Jae In dan berempati padanya. Begitu melihat Jae In menangis dia pun ikut merasa sakit bersamanya. Matanya mulai memerah dan berkaca-kaca, air matanya pun ikut mengalir. Dia memandangi Jae in, mengusap rambut dan memegang pipinya dengan sayang (wajah sayang tapi sedih KNG ini selalu bikin ga tega jadi bingung mau cemburunya).



Tak hanya sampai di situ dia pun mendekatkan wajahnya dan memegangi pipi Jae In dengan kedua tangannya.
Pada saat yang sma Tae Sung lewat, dia seperti melihat orang yang tak asing, dia lalu membawa mobilnya mundur. Dia berhenti dan tertegun melihat Gun Wook mendekat akan mencium Jae In.



Gun Wook lalu mencium Jae In dengan lembut
(mauuuuuuuu..buat yang masih kecil ini di sensor ya... pengen crita lbh detil tapi ga tega crita disini hihi)
Bersambungggggggggggggggg ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BoyBand Korea

BoyBand Korea
2PM

Ss501

Ss501
Band y p'sonilnya cakep abis,, ^^

TVXQ Band

TVXQ Band
5 cwok cakep

Big Bang BAnd

Big Bang BAnd
Asal Korea