Blogger Korean

MixPod_Playiist

Powered By Blogger

Rabu, 03 Agustus 2011

[Sinopsis] City Hunter


 Episode 18

Jin Pyo memasuki rumahnya dengan hati-hati. Ia merasakan sesuatu mengawasinya. Benar saja. tak lama kemudian beberapa anak buah Chun Jae Man masuk dan mengelilinginya. (aih, Musik BGnya menyayat hati. Ngeliat Jin Pyo bertahan sendirian jadi sedih).
Bisa saja saat itu Jin Pyo terbunuh ditangan salah satu anak buah Chun Jae Man, namun Young Sung tiba, dia langsung menghajar mereka satu persatu. Dan mendekati Jin Pyo, membantunya berdiri. dan segera bergabung di sisi Jin Pyo.
"apa yang kau lakukan di sini?" teriak Jin Pyo
"Ini bukan waktu yang tepat untuk menanyakan itu". jawab Yoon Sung.
Sementara anak buah Jae Man menatap mereka dengan rasa ingin tahu dan menyadari bahwa Yoon Sung adalah City Hunter. Ia memerintahkan anak buahnya untuk menyerang mereka.
Yoon Sung dan Jin Pyo bersatu padu untuk melawan mereka, namun mungkin karena kaki Jin Pyo yang cedera dahulu tak bisa bertahan. Jin Pyo terjatuh dan menahan serangan lawan yang hendak menghunus dengan pedang. Jin Pyo bertarung mati-matian, dan langsung menyelamatkan Jin Pyo. Semua lawan berhasil dilumpuhkan.
Anak buah Jae Man yang semula hanya mengawasi pertarungan. Dan dia pergi begitu saja melihat keadaan yang berbalik.

Chun Jae Man sedang panik mendengar kabar dari Bank bahwa Hae Won memiliki rasio utang sebanyak 500%. Dengan kata lain utang mereka melebihi nilai perusahaan itu sendiri.
Anak buah Jae Man mencoba memberitahu Chun Jae Man perihal identitas City Hunter, namun Chun Jae Man tentu saja tidak menghiraukan telponnya dan sibuk dengan kekhawatirannya sendiri.
"Jika ini tidak diatasi, aku yang akan menderita. Aku harus bergerak dahulu untuk mengatasinya!" gumam Anak buah Cheon Jae Man.
Na Na melihat Eun Ah dan Ki Joon sedang menebak-nebak tentang kehebatan skill Judo yang dimiliki Yoon Sung. Eun Ah bertanya pada Na Na, dan Na Na dengan gugup menjawab bahwa Yoon Sung cepat belajar dan juga ia memiliki instruktur yang hebat.Eun Ah langsung merasa bahwa ia adalah instruktur yang buruk dan akhirnya menyalahkan Ki Joon karena sikapnya yang buruk juga. Eun Ah memutuskan untuk bertanya langsung pada Lee Yooon Sung. Dan Ki Joon mengatakan bahwa Eun Ah hanya mencari-cari alasan untuk menemui Yoon Sung.

Na Na pulang ke rumah dan mengkhawatirkan Yoon Sung. Ia melihat telefon genggamnya. Dan dibalik pintu anak buah Jae Man datang menyergap Na Na yang tidak sempat melawan.
Sementara itu Yoon Sung sedang berada di rumah sakit menemani Jin Pyo. Yoon Sung mendapat panggilan dari nomor Na Na. Awalnya Yoon Sung enggan untuk menjawab, namun diterimanya juga.
"City Hunter adalah Lee Yoon Sung" tandas anak buah Jae Man diseberang. "Kim Na Na, aku tidak menyangka dia begitu kuat! Aku berfikir untuk membunuhnya namun itu harus ditahan.

Anak buah Jae Man memberikan telefonnya agar Na Na bicara. Na Na mengatakan pada Yoon Sung untuk tidak datang.
"Jika kau berani menyentuh Kim Na Na, kau akan mati!" ancam Yoon Sung.
Tapi anak buah Jae Man mengatakan ia tidak akan segan untuk membunuh Na Na.
Yoon Sung berkeliling Hae Won Seaworld untuk mencari Na Na. Dan ia menemukan Na Na terikat seluruh badan di dalam air kecuali kepalanya. Anak buah Jae Man datang dan menyuruh Yoon Sung mengenakan borgol, lalu memukulinya. Anak buah Jae Man akan menikamkan pisaunya dan Yoon Sung melawan. Anak buah Jae Man langsung menekan remote.
Dengan seketika tubuh Na Na tenggelam di dalam aquarium. Yoon Sung menyeruduk Anak buah Jae Man sehingga tersungkur tak sadarkan diri, lalu Yoon Sung mengambil kunci borgol dan pergi menyelamatkan Na Na.
Yoon Sung ingin membawa Na Na ke rumah sakit namun Na Na menolak dan mengatakan ia baik-baik saja. Yoon Sung bersikeras Na Na bahwa ia terluka.

"Mengapa kau tidak membiarkanku mati saja, mengapa kau menyelamatkanku? Hanya karena kau tidak menjawabku bukan berarti aku tidak menunggumu. Seumur hidupku aku akan menunggumu Lee Yoon Sung!" teriak Na Na dengan nada emosi.
Yoon Sung merasa Na Na membuat segala sesuatu makin sulit baginya. Tapi Na Na bersikeras ingin bersama Yoon Sung dan berlalu setelah mengatakan bahwa ia tidak dapat hidup tanpa Yoon Sung.
"Tunggu sedikit waktu lagi. Aku sudah melihat akhir dari segalanya" mohon Yoon Sung lemah.
.Air mata mengalir di pipi Na Na dan ia pun benar-benar berlalu.

Na Na duduk di depan sofa dan teringat kilas balik dari awal ia bertemu Yoon Sung hingga sekarang.
"Aku harus menunggu! Dia berkata dia akan kembali setelah semuanya berakhir" gumam Na Na. meyakinkan dirinya sendiri untuk tetap menunggu Yoon Sung. Sementara Yoon Sung juga meyakinkan dirinya sendiri untuk kembali pada Na Na hidup-hidup.
Yoon Sung membawa pulang anak buah Jae Man ke rumah lalu mengikatnya di kursi dan meminta Shik Jong untuk membuatkannya makanan.
Shik Jong : untuk apa aku memakan ginseng merah setiap hari, kalau jantungku selalu berdegup kencang. Bocah ini selalu membuatku melakukan hal-hal yang berbahaya,bahkan membekukan kartu kreditku!
Yoon Sung : Baiklah, aku akan mengaktifkannya lagi.

Lalu sebuah panggilan masuk ke telefon anak buah Jae Man. Yoon Sung mengangkatnya dan menyapa Chun Jae Man. Yoon Sung mengatakan bahwa anak buahnya aman bersamanya. Namun Chun Jae Man malah tidak merasa terancam dan mengatakan untuk membunuh saja dia. Anak buah Jae Man terlihat murka.
"Dia bahkan mengkhianati Lee Kyung Wan, sahabatnya selama 30 tahun. Ini bukan sesuatu yang mengejutkan bukan?" ujar Yoon Sung sinis.
Shik Joong bertanya pada Anak buah Jae Man makanan apa yang ia inginkan. Tapi Anak buah Jae Man hanya menatapnya tajam. Ia kesal dan masuk ke kamar Yoon Sung dan memberikan sebuah sapu tangan bersulam dari Ibu Yoon Sung.


"Cheon Jae Man sudah mulai beraksi, dia berniat membunuh ayah. Dan ayah sedikit terluka. Aku rasa dia tidak bisa ikut dalam aksi selanjutnya" jelas Yoon Sung kepada Shik Jong.
"Yoon Sung, walaupun kau sedang perang dingin dengan ayahmu. Ayah tetaplah seorang ayah. Kau tidak bisa membiarkan dia disakiti oleh musuh!
"Seperti perkiraan aku. Ayah menggunakan Hae Won Construction untuk mengambil alih pinjaman 30 milyar won" Yoon Sung mulai tahu rencana ayahnya terhadap Cheon Jae Man.

Akan tetapi, Jae Man juga tahu rencana Jin Pyo, karena itu dia berniat untuk menghabisi Jin Pyo.
Young Joo berada di kantornya dan membaca daftar identitas investigasi yang diberikan oleh City Hunter.dan semua orang yang berada dalam daftar tersebut sedang berada di rumah sakit. Ia mendatangi salah satu pasien dan mendapatkan fakta bahwa City Hunter menolong pekerja-pekerja Hae Won yang bermasalah dengan kesehatan.
Ia pun memberikan kartu namanya agar pasien tersebut dapat menghubunginya saat diperlukan. Sebelum pergi anak si pasien sempat menanyakan bagaimana agar bisa bertemu City Hunter, anak tersebut memberikan sebuah koin dan meminta Young Joo untuk memberikannya pada City Hunter.
Young Joo mendatangi atasannya dan meminta investigasi ulang terhadap perusahaan Hae Won. Atasannya tidak setuju walaupun Young Joo mempunyai bukti bahwa Chun Jae Man mengancam pekerjanya agar tutup mulut terhadap bahaya yang ditimbulkan perusahaan tersebut.
Atasannya tidak ingin ia terburu-buru dan menemukan bukti yang valid untuk melakukan investigasi. Young Joo kembali ke kantornya dan mendapat laporan dari Pil Jae bahwa pasien yang mempunyai rekaman ancaman dari perusahaan Hae Won kalah di pengadilan. Pil Jae khawatir mereka akan keduluan lagi oleh City Hunter. Young Ju berpikir. Ia semakin yakin dan ingin pekerja memenangkan kasus Hae Won dengan cara adil.
Eun Ah menemani Da Hye berbelanja di Mall. Ia mengingatkan Da Hye bahwa waktu bekerjanya hampir tiba. Namun Da Hye sudah punya keputusan untuk keluar dari pekerjaannya dan melanjutkan bekerja di sebuah café dekat kantor Young Joo. Eun Ah menawarkannya untuk belajar hukum.

"Nilai-nilai ujianku di sekolah saja jelek sekali, bukankah itu akan lebih buruk kalau aku belajar hukum?"pungkas Da Yee beralasan.
Jin Pyo mulai tidak betah di rumah sakit. Ia ingin pergi. Namun anak buahnya menahannya dan mengatakan bahwa identitasnya akan terbongkar jika keluar dalam keadaan sekarang.
"Cheon Jae Man! Dia harus mati ditanganku." ujar Jin Pyo sambil menahan sakit.

Anak buah Jin Pyo besikeras ingin tahu siapa orang kelima sebenarnya. Namun Jin Pyo hanya bungkam seribu bahasa. Anak buahnya tetap maksa. Jin Pyo akhirnya buka mulut,
"Kau benar, namun kita harus menunggu Hae Won group mengalami kebangkrutan terlebih dahulu. Bagaimana dengan kondisi keuangan mereka?"
"Karena hutang mereka melewati 500%, keuangan mereka menjadi sulit"
Jin Pyo mengangguk tanda mengerti, sesuai rencananya kalau begitu. Jin Pyo menyuruh anak buahnya untuk memanggil seluruh pemegang saham, dan anggiota konggres.

Sementara itu, Cheon Jae Man merasakan frustasi yang teramat sangat akibat ulah Jin Pyo. Sedang sekretarisnya mengonfirmasikan bahwa pihak bank sedang memulai proses kebangkrutan Haw Won Group.
"Lee Jin Pyo, orang itu sebenarnya bukan menginginkan 300 milyar won dariku, dia hanya ingin Hae Won bangkrut!" ujar Jae Man dihadapan sekretarisnya.

Cheon Jae Man yang kini sendiri tidak akan tinggal diam dan hanya menunggu kematiannya saja. Aku Cheon Jae Man! Cheon Jae Man! teriak Jae Man emosi.
Eun Ah membaca di surat kabar tentang kebangkrutan Haewon. Ia khawatir karena kakak laki-lakinya bekerja di Haewon dan akan menikah di musim semi. Ki Joon langsung mengambil kesempatan dan menyarankan agar Eun Ah mencari jodoh di Blue House untuk kestabilan ekonomi dalam rumah tangganya. Dan kau tidak perlu mencari jauh-jauh. Karena pria itu berada dekat denganmu. Eun Ah berpikir dan Ki Joon berharap. Namun Yoon Sung datang dan mengalihkan perhatian Eun Ah.
Ki Joon, Eun Ah dan kepala pengawal melontarkan berbagai pertanyaan kepada Yoon Sung.
"Sebenarnya ada hubungan apa dirimu dengan Jaksa Young Joo?" tanya Kepada Pengawal penasaran dan meminta penjelasan.
"Aku mengenal mantan istrinya. Mungkin ini salah pengertian saja" elak Yoon Sung.

Ki Joon masih tetap ingin tahu dimana Yoon Sung belajar judo. Ki Joo benarp-benar ingin seperti Yoon Sung.
"Bahkan kau membayar mahal pun tidak bisa melangkah keluar dengan selamat. Lebih baik kau belajar dari Eun Ah"

Yoon Sung pergi menemui Presiden, disaat bersaman kepala pengewal berpapasan dengan Yoon Sung.
"Clue House adalah pusat dari Korea Selatan. Kita bertanggung jawab atas keamana perkembangan dari negara ini! Kita tidak akan membiarkan kegoncangan hanya karena objektif salah seorang saja!" ucap dingin Kepala Pengawal.
"Kenapa anda mengatakan ini kepada saya?"
"Selama ada orang yang masuk ke sini dengan identitas palsu. Imajinasi ku sedikit menjadi liar" sindir kepala pengawal.

Yoon Sung menemui Presiden yang rupanya meminta Yoon Sung menemani dirinya kesuatu tempat. Presiden menyuruh Yoon Sung menunggu sepulang kerja.

Young Joo membaca surat kabar, dan tahu Hae Won akan segera bangkrut jika mereka tidak bisa membayar 300 milyar won.

Chun Jae Man meminta bantuan sebesar 30 Milyar won kepada Presiden Kim. Namun Presiden Kim mengatakan ia sedang sibuk rapat. Dan ternyata, di belakangnya Jin Pyo sedang tersenyum penuh arti.

Sementara itu Chun Jae Man masih berusaha mengontak kolega-koleganya yang lain dan ternyata ia selalu keduluan oleh Jin Pyo (hehe, sebenarnya anis heran kok bisa-bisanya seorang Steve Lee dengan cepat dapat mempengaruhi orang-orang ya? Forget the flaws, City Hunter masih punya kejutan yang layak untuk diikuti. Lanjuuuuttt!!)
Chun Jae Man datang ke tempat pertemuan para koleganya dan menemukan Lee Jin Pyo disana. Chun Jae Man berlutut dihadapan Jin Pyo memohon diselamatkan dengan imbalan ia akan memberikan dokumen rahasia 2030 kepada Jin Pyo. Para kolega bertanya-tanya tentang dokumen rahasia. Lee Jin Pyo pun bertanya balik tentang dokumen rahasia apa yang dibicarakan Chun Jae Man. Chun Jae Man terdiam melihat respon yang ia dapatkan.
Presiden dan Yoon Sung pergi memancing. Presiden berbicara tentang masa kecilnya. Chun Jae Man menghubungi presiden. Dan akhirnya meminta bantuan untuk 30 juta won. Presiden mengatakan beberapa perusahaan di Korea bangkrut setiap harinya. Bukan berarti karena ia mengenal presiden ia dapat menghindari kebangkrutan. Presiden menutup telponnya. Yoon Sung terkesan dengan jawaban presiden.

Presiden meminta Na Na untuk membelikan dia minuman, Yoon Sung bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti Na Na, bermaksud untuk ikut. Yoon Sung dan Kim Na Na berjalan beriringan, namun saling diam. Yoon Sung akhirnya menyuruh Na Na kembali ke Presiden karena dia yang akan membelikan minuman. Na Na hanya terdiam dan teringat kata-kata Yoon Sung sebelumnnya saat menolongnya.

Kepala Pengawal melihat Na Na yang kembali sendiri. Dia merasa tidak tenang, beberapa saat kemudian Kepala Pengawal merasa yang aneh, dia berbalik dan mengacungkan senjatanya tepat di hadapan Yoon Sung. Semua pengawal juga bersikap sama, Yoon Sung bersikap tenang, memperlihatkan minuman yang dibelinya.
Na Na menghampiri atasannya, "Sepertinya hari ini anda sangat gugup".
"Kita bahkan tidak mendengar suara langkah kakinya"
Akhirnya Perusahaan Haewon positif akan diumumkan kebangkrutannya. Yoon Sung dan Young Joo mengkhawatirkan hal yang sama. Yaitu nasib para pekerja. Young Joo langsung memerintahkan untuk memblack list nama Chun Jae Man untuk penerbangan luar negeri. Karena ia yakin dengan permasalahan ini Chun Jae Man akan segera mencari tempat yang aman untuk sembunyi.
Young Joo berpikir bahwa semua yang terjadi sesuai dengan yang direncanakan Lee Jin Pyo. Young Joo lalu mengambil koin untuk City Hunter dan memandanginya. Ia lalu bergegas keluar kantor.
Young Joo berjalan dibelakang Yoon Sung.
"Jin Pyo mendekati pada Chun Jae Man untuk menghancurkannya. Dia benar-benar sukses!" kata Young Joo tiba-tiba. Yoon Sung berbalik dan hanya tersenyum tipis.
"Tapi sedikit cemas, para pekerja juga mempunyai keluarga, aku tidak ingin mereka menderita"
Yoon Sung hanya merespon dengan berkata bahwa Young Ju cocok menjadi Daddy-Long-Legsnya Kim Na Na.
"Aku tidak tahu kenapa, tapi ini mungkin yang dipikirkan oleh City Hunter" pungakas Young Joo.
"Aku bukan City Hunter bagaimana aku tahu itu? Aku sibuk, kekasihku sedang menungguku"
Young Joo memberikan koin yang diberikan anak kecil untuk City Hunter, dan menyampaikan pesan untuk CIty Hunter.
"Katakan kepadanya untuk menghacurkan orang yang membuat ibunya menderita"
"Lalu seharusnya kau memberikan langsung padanya, mengapa memberikannya padaku?"
"Aku akan menggunakan hukum untuk menolong mereka, para pekerja."
"Kalau begitu tolonglah mereka. Pacarku menunggu"
(awesome Mr. Prossecutor. Anis suka banget dengan konsistensinya si bapak jaksa)
Seseorang menemui Chun Jae Man. Dan orang itu adalah Lee Yoon Sung yang menyamar menjadi seorang investor (ahaa, keanehan lainnya. Tapi biarlah). Yoon Sung ingin membeli perusahaan Chemical milik Hae Won. Chun Jae Man kelihatan berat karena perusahaan Chemical ini seperti pundi uang terhadap seluruh anak perusahaan Haewon.
Cheon Jae Man menanyakan berapa Yoon Sung ingin membelinya? Yoon Sung mengeluarkan uang koin tadi. Cheon Jae Man terbelalak. Hae Won Chemical dalam keadaan bangkrut dan banyak hutang, seharusnya Jae Man berterimakasih ada yang mau membelinya.
Namun, akibat negosiasi yang pintar oleh Lee Yoon Sung, ia setuju untuk menjual perusahaan. Para pekerja mendapat keuntungan yang sangat banyak dari hal ini.
Di rumah sakit, para pekerja begitu senang karena City Hunter mengirimkan pesan bahwa Hae Won Chemical sekarang milik para pekerja, sehingga mereka tetap bisa bekerja dan juga sebagai pemilik. Ibu Yoon Sung yang berada di dekat mereka juga merasa senang.

Berita itu tentu saja langsung menyebar. Jin Pyo dan anak buahnya menyaksikan di televisi. Jin Pyo mengatakan, orang-orang ini tidak adapat disentuh oleh hukum. Mereka harus mati! gumam Jin Pyo.

Young Joo mendengar Hae Won Chemical dibeli hanya 100 won. Young Joo hanya tersenyum. Pasti Lee Yoon Sung! pikir Young Joo benar.
Kantor Young Ju mengalami kekacauan mendengar berita Chun Jae Man dapat lolos untuk terbang ke LA. Yoon Sung menghubungi Young Ju dan menyuruhnya untuk bersiap di depan kantor publik pengacara.

Sedang Yoon Sung sudah berada di bandara Incheon. Dia menghubungi Young Joo. Pukul 4, di depan kantor kejaksaan!.
Kim Young Joo yang mendengarnya hanya tersenyum kecut. Lagi-lagi kedahuluan oleh City Hunter.
Yoon Sung berada dalam 1 lift bersama Chun Jae Man dan bodyguardnya. Dengan mudahnya Yoon Sung melumpuhkan para bodyguard tersebut. Dan membuat Cheon Jae Man pengsan.
Di depan kantor Young Joo para tentara penembak telah disiapkan. Seorang lelaki bermasker datang dan ternyata itu bukan City Hunter. Ia hanya membaca pesan di internet jika ingin bertemu City Hunter maka harus mengenakan masker di depan kantor publik pengacara. Banyak orang yang berdatangan. Young Joo terlihat sangat kesal dan menyuruh untuk menangkap mereka semuanya.
Tak lama kemudian tubuh Chun Jae Man telah ada di pinggir jalan.
Yoon Sung melaju dengan mobilnya. Dan Young Joo mengikutinya dari belakang. Mereka saling menyalip. Young Joo menembakkan senjatanya ke ban mobil Yoon Sung. Young Joo mendekat sambil mengacungkan senjatanya dan Yoon Sung merampas senjatanya dengan mudahnya.
Young Joo mendekat dan melepaskan masker Yoon Sung. That’s all Readers. Episode kali ini ditutup dengan Young Ju dan Yoon Sung saling bertatapan.
Episode 12

Terlihat Na Na bersimbah darah, menahan sakit. Yoon Sung bersimpuh didekat Na Na, syok melihat keadaan Na Na.
“Kim Na Na, kenapa? Kenapa?”
“Bukankah kau menyelamatkan aku dua kali? Kau juga merasakan kesakitan seperti ini?” ucap lirih Na Na.
“Jangan berkata apa-apa lagi”
“Apa..kau membenciku?” air mata Na Na mengalir, “aku berharap kau mengatakn tidak”
Yoon Sung terdiam menahan pedih melihat orang yang dicintainya sekarat.
“Aku selalu ingin mengucapkan terimakasih”
“Kenapa kau menahan peluru untukku?!” teriak Yoon Sung.
“Aku bersyukur bahwa aku yang tertembak..” kata-kata Na Na terputus saat Na Na kehilangan kesadaran, matanya tertutup, tak bergerak.
“Kim Na Na! Kim Na Na!” panggil Yoon Sung panic.
Shik Jong datang dan melihat Yoon Sung yang memeluk Na Na yang bersimbah darah dan tak bergerak, sontak dia pun ikut panic. Shik Jong pun menelepon Soo Hee, dan mereka membawa Na Na segera ke kliniknya.
Kim Jong Shik menggebrak meja sat mengetahui Shik Jong dan Na Na berhasil kabur. Dia terkejut saat mendapatkan informasi bahwa City Hunter telah menyelinap ke kediamannya, namun mereka tidak berhasil mengalahkan City Hunter.
Soo Hee langsung membukakan pintu saat Yoon Sung tiba sambil membopong Na Na. Soo Hee pun tak lupa untuk menutup kliniknya. Soo Hee segera menyiapkan peralatan yang seadanya untuk membantu Na Na.p
Na Na yang tersadar dari pingsannya tersadar kini dia berada di klinik Soo Hee. Yoon Sung berada disampingnya dengan kecemasan yang luar biasa.
“Luka tembakan lagi?” Tanya Soo Hee saat melihat luka Na Na sebenarnya, “Dia terlalu benyak kehilangan darah! Tekanan darah dan tedak jantungnya teralu lemah, kita harus nengirimnya ke rumah sakit segera!” ucap Soo Hee yang sama-sama panic.

Na Na langsung menolaknya, sedang Yoon Sung diliputi kebingungan.
“Ini hanya klinik hewan bukan tempat untuk menyelamatkan manusia!”
“Kau tahu pasti apa yang akan terjadi jika aku dikirim kerumah sakit” lirih Na Na sambil menahan sakit.
Soo Hee mencoba menjelaskan akan sulit menyelamatkan Na Na karena tidak ada persediaan darah di kliniknya!

“Berikan kepadanya darahku!” ucap Yoon Sung tanpa berfikir panjang. Yoon Sung golongan darah O sehingga merasa mampu mendonorkan darahnya.
“Apa?! Kau juga dalam bahaya!” teriak Soo Hee mengingat Yoon Sung juga baru terluka.
Yoon Sung tetap bersikukuh dia harus menyelamatkan nyawa Na Na.
Soo Hee menghela nafas panjang dan akhirnya luluh.
Yoon Sung memberikan darahnya kepada Na Na, keduanya terbaring bersampingan. Saling memandang. Soo Hee mendatangi mereka dan mengatakan dia akan mengeluarkan peluru dari tubuh Na Na dan memberinya obat bius.
“Lee Yoon Sung-ssi” lirih Na Na sebelum tertidur.
“Jangan berkata apa-apa lagi, itu hanya akan membuatmu lelah”
“Aku hanya ingin mengatakan jangan terlalu mencemaskan diriku, aku cukup kuat” ucap Na Na lemah.
Kesadaran Na Na berangsur-angsur hilang, Yoon Sung memegang tangan Na Na.
Yoon Sung terus menjaga Na Na yang tertidur. Shik Jong pun tertidur tidak jauh dari Yoon Sung. Yoon Sung terus memegang Na Na yang terlihat pucat. Shik Jong terbangun. Dia menyuruh Yoon Sung untuk beristirahat karena Yoon Sung juga kehilangan darah untuk Na Na.
“Dia orang yang bagaimana?” ujar Yoon Sung.
“Siapa? Na Na?” ucap Shik Jong bertanya balik sambil menahan kantuk.
“Bagimana bisa tidak punya rasa takut, seperti gadis biasa di luar namun dia tidak mudah menyerah dan tidak peduli kepada tubuhnya sendiri?”
“Dia punya karakter yang kuat, maka dari itu dia sanggup hidup sendiri” jelas Shik Jongsambil terpejam.
“walau tanpa diriku, apa dia bisa hidup dengan baik?” Tanya Yoon Sung.
“Hidup harus berjalan terus”
“Aku takut aku tidak bisa melakukannya lagi (jauh dari Na Na)” ucap pelan Yoon Sung.
Keesokan harinya, Yoon Sung membawa Na Na kerumahnya, membawa dengan cara membopongnya. Na Na heran kenapa tidak di bawa kerumah Na Na? Yoon Sung beralasan Kim Jong Shik pasti tahu rumah Na Na. Yoon Sung jelas mekhawatirkannya.
Yoon Sung menyuruh Na Na untuk tidak bekerja untuk sementara waktu. Shik Jong berinisiatif untuk menghubungi pihak pengawal Blue House, berpura-pura sebagai paman Na Na dan mengatakan bahwa Na Na sakit.
Shik Jong menawarkan Na Na makanan yang disukai Na Na.
“Berikan semuanya, dia menyukai semuanya” sindir Yoon Sung.
“Ya! Kau harus merawat orang sakit lebih baik!” hardik Shik Jong.
“Apa kau tidak tahu, berginilah caraku untuk merawatnya” Yoon Sung meninggalkan mereka berdua untuk berganti pakaian.
Sontak Shik Jong merasa tidak enak bersama Na Na sendirian. Na Na memandang Shik Jong.
“Waktu itu, kenapa kau melakukannya? (merubah kesaksian 10 th yang lalu)” Tanya Na Na lirih.
Shik Jong dengan tidak enak hati menjelaskan, “Dulu aku di cekal karena judi, dan saat Kim Jong Shik tahu itu dia menggunakan alasan tersebut”. Shik Jong benar-benar takut dipenjara.
“Lantas kenapa kau berbohong?”
Shik Jong benar-benar menyesal, dan berjanji akan menebuskan dengan menangkap Kim Jong Shik.

“Bagaimana kau bisa mengenal Lee Yoon Sung?” akhirnya Na Na mampu bertanya setelah sempat tertunda.
“Saat di Thailand, dia menyelamatkan nyawaku. Saat dia datang ke Korea Selatan aku memintanya untuk mencarimu” jelas Shik Jong.”Karena aku mencemaskanmu”.
Shik Jong pergi karena ingin membuatkan makanan untuk Na Na. lalu Na Na memikirkan perkataan Shik Jong barusan.
Shik Jong menghampiri Yoon Sung sedang melihat rekaman alat pelacaknya dia antara uang Kim Jong Shik.
“Sepertinya uangnya belum dipindahkan” ujar Yoon Sung. Shik Jong maih tidak percaya jika uang 200 milyar won terismpan di kediaman Kim Jong Shik.
Namun berganti rasa kesal saat mengingat Kim Jong Shik mengkorupsi dana sekolah.
“Ya, dia menggunakan dana sekolah untuk kepentingan pribadi”
Shik Jong menganga karena benar-benar tidak habis pikir. Shik Jong pun beralih ingin membaca majalah dan sedikit bersantai, namun saat akan menyalakan lampu, tombol lampu tidak berfungsi karena lampu tidak menyala.
Shik bangkit dari tempat duduk, dan mendongak melihat lampu yang di atasnya. Shik Jong melihat benda kecil yang asing diantara lampu. Shik Jong kaget bukan main saat menyadari benda apa itu, sebuah alat penyadap!
Shik Jong berusaha memberitahu Yoon Sung dengan diam-diam, dan menunjuk-nunjuk kearah lampu. Yoon Sung yang keheranan dan bertanya ada apa langsung di suruh diam oleh Shik Jong.
Yoon Sung langsung mengarahkan padangan kearah yang ditunjuk Shik Jong dan tebelalak kaget saat menyadari selama ini mereka disadap, siapa lagi kalo bukan ulah ayahnya, Jin Pyo. Yoon Sung langsung pergi menemui Jin Pyo.

Sementara itu, di tempat Jin PYo. Dia dan anak buahnya tahu kalau Kim Na Na telah menghalangi Yoon Sung dari tembakan. Jin Pyo tahu hubungan mereka lebih dari sekedar hubungan yang biasa saja.
Yoon Sung tiba di kediaman Jin PYo, langkahnya tertahan saat mendengar suara Jin Pyo berbicara dengan anak buahnya.
“Aku mengatakan berulang kali jangan jatuh cinta kepada siapun!” ucap Jin Pyo kepada anak buahnya dan berinisiatif untuk menyingkirkan Na Na dengan tangannya sendiri.
Yoon Sung ingin menghambur masuk, dan ditahannya lagi saat Jin PYo menyebut nama ibunya.
Anak buah Jin Pyo mengatakan sudah mencari kebanyak tempat namun tidak menemukan jejak ibu Yoon Sung.
“Walaupun kau harus mencari diluruh negeri, aku harus menemukannya sebelum Yoon Sung tahu ibunya menghilang” perintah kepada anak buahnya.
“tapi memberitahu dia bahwa Yoon Sung sudah meninggal apa tidak keterlaluan? Mengetahui penyakitnya sudah goncangan hebat buat dia, dan terpisah dari keluarganya karena 5 orang itu apa tidak menyedihkan?”
Jin Pyo langsung menhardinya untuk tidak mengatakan kalimat yang lemah seperti itu. Tidak menyadari Yoon Sung mendengar semuanya.
“Saat aku mengambil dari ibunya, aku telah melewati batas yang tidak bisa untuk kembali lagi” ucap Jin PYo. Sedang Yoon Sung seakan-akan mendapat hantaman yang berat.
“bagaimana bisa anda bisa mengatakan kebohongan seperti itu” sergah anak buah Jin Pyo.
Yoon Sung perlahan maju mendatangi Jin PYo.
“Kenapa?” Tanya Yoon Sung lirih, matanya berkaca-kaca, “Kenapa kau lakukan itu?”
“Karena ini takdir kita!” ujar Jin Pyo dingin, “karena hanya aku yang kembali selamat dari Nampo, dan kau keturunan Mu Yeol”
Yoon Sung memandang tajam Jin Pyo yang melanjutkan jika dulu dia tidak mengambil Yoon Sung, mungkin kin Yoon Sung sudah menjalani kehidupan sebagaimana orang normal lainnya.
Namun setiap Jin Pyo melihat Yoon Sung dia teringat akan Mu Yeol yang tewas secara tragis, dan mengingatkan dia akan dendamnnya.
Kemarahan Yoon Sung tak tertahankan, dia melempar barang Jin Pyo yang berada di meja Jin Pyo.
“Kau berani mengambil seorang anak dari tangan ibunya, dan bilang ini demi balas dendam?! Kau telah menghancurkan hidupku!” teriak Yoon Sung “Aku tidak ingin hidup seperti ini!! Walaupun mati aku tidak akan memaafkan dirimu!”
“Masih ada hal yang harus kita lakukan” balas Jin Pyo tanpa peduli perasaan Yoon Sung.
“Aku akan balas dendam dengan caraku sendiri!”
Kini gendering perang pun berkobar diantara mereka. Yoon Sung pun mengancam Jin Pyo untuk tidak menyentuh Jong Shik, Na Na dan ibunya kalau tidak Jin Pyo akan berhadapan langsung dengan dirinya.
Yoon Sung kembali kerumahnya, namun tidak jadi masuk dan terduduk lemas didepan pintu memikirkan kembali saat-saat bertemu dengan ibunya untuk pertama kalinya. Saat dia mengetahui ibunya yang terkena penyakit leukemia. Yoon Sung sedih luar biasa.
Na Na bersiap utnuk kembali kerumahnya, dab berpapasan dengan Yoon Sung. Na Na mengutarakan niatnya untuk pergi.
“Aku harap kau tidak berhenti bekerja dari Blue House karena diriku, aku tahu kau menyukai bekerja disana. Kali ini aku benar-benar akan menghilang dari hidupnya” ucap Na Na parau dan berjanji tidak akan mengenal Yoon Sung lagi. Kini Na Na sudah melunasi hutangnya karena pernah ditolong Yoon Sung.
Yoon Sung langsung menahan tangan Na Na saat hendak akan pergi. Yoon Sung yang sedang bersedih tidak sanggup untuk kehilangan Na Na lagi.
“Aku mohon jangan pergi”
Na Na tetap berjalan pergi, Yoon Sung berbalik dan memeluk Na Na dari belakang. Na Na benar-benar tidak menyangkanya, dia berkaca-kaca menahan tangis.
Setelah kejadian tadi, Jin Pyo benar-benar frustasi kini Yoon Sung mengetahui kebenarannya. Namun tetap diteguhkannya akan dendam Jin Pyo. Dan dia pun mengingat kembali saat sahabatnya tewas di dinginnya lautan sambil mengenggam kalung prajurit.
“Siapapun yang mengalangi balas dendamku, aku akan membunuh mereka semua! Walaupun itu Yoon Sung
Kim Jong Shik masuk ke dalam ruangannya yang berisikan uang 200 milyar won.
"Jika City Hunter masuk ke ruangan ini, harusnya dia juga melihat uang ini juga. sangat mengkhawatirkan."gumam Kim Jong Shik keluar dari ruangan itu.
"Mark, mark"panggil Kim Jong Shik untuk anak buahnya.
Anak buah Kim Yong Shik masuk.
"Apakah kau mengingat orang yang masuk ke mari waktu itu?"tanya Kim Jong Shik
"Aku mengingatnya dengan sangat jelas."ujar Mark anak buah Kim Jong Shik
"Kim Na Na dan Bi Man Deok, coba cari mereka lagi."ujar Kim Jong Shik
"Sekarang, kita tidak tahu benar keberadaan Bi Man Deok."ujar Mark
"Kim Na Na, dia adalah pengawal di Blue House."lanjut Mark
"Apa? Pengawal Blue House?"pastikan Kim Jong Shik terkejut.
Kim Na Na yang sedang berada di rumah Yoon Sung, mencoba melihat luka tembaknya yang masih basah dan tertutupi perban.
"Kita harus mengganti perbannya jika kau tidak ingin itu meningalkan bekas."ujar Yoon Sung menghampiri NA na dan membantunya mengganti perban.
"Bagaiman kau tahu caranya?"tanya Na Na
"Aku belajar. karena aku harus bertahan hidup."ujar Yoon Sung
"Lalu bagaimana kau hidup? Setelah kau kemari selain Bi Man Deok apa kau memiliki teman lain?"tanya Na Na
"Tentu saja aku punya. Seorang anak yang terlihat sepertimu."ujar Yoon Sung
"Benarkah?"tanya Na Na
"Dia sangat kuat, makannya sangat banyak dan yang paling penting dia sangat senang ketika aku menyentuhnya."canda Yoon Sung
"uh, sulit dipercaya. Aku memang makan sangat banyak dan kuat tapi aku tidak suka skinship."ujar Na Na
"Tentu saja kecuali dalam keadaan ini."ujar Na na. Yoon Sung tertawa mendengarnya.
Na Na lalu bertanya tentang ibu Yoon Sung. Yoon Sung menjawab kalau sampai detik ini dia belum berhasil menemukan ibunya.
"Jika suatu hari kau melakukan tindakan ini lagi, kau akn mati ditanganku sendiri."ujar Yoon Sung
"Apa itu yang harus kau katakan pada orang yang sudah menyelamatkan hidupmu?"tanya Na Na kesal.
Yoon Sung berkata pada Na Na untuk tetap tinggal dirumahnya, karena kemungkinan Kim Jong Shik mencari Na Na dan Bi Man Deok.
Na Na mengatakan kalau dia mendengar dari Bi Man Deok kalau Kim Jong Shik menyembunyikan uang sebanyak dua ratus milyar won di dalam rumahnya. Na Na meminta pada Yoon Sung agar dia bisa ikut membantu Yoon Sung untuk balas dendam pada Kim Jong Shik.
Na Na menghampiri Yoon Sung yang sedang berada di ruang kerjanya.
"Aigoo, sangat susah mencoba mandi dengan satu tangan."ujar Yoon Sung
"Apa yang sedang kau lakukan?"tanya Na na
"Apa ini laporan keuangan milik Yayasan Myeong Mun?"tanya Na Na lagi.
Na Na mengajukan diri untuk membantu Yoon Sung. Na Na berkata kalau dia akan berusaha membantu Yoon Sung untuk mencari ibunya. Karena Na Na terus mendesak, Yoon Sung akhirnya mengijinkan Na Na untuk membantunya.
Shin Eun Ah dan Go Ki Joon sedang minum kopi bersama. Eun Ah menanyakan pada Ki Joon penyebab dari keluarnya Yoon Sung. Shin Eun ah berkata pada Ki Joon kalau bisa saja ada hubungan antara Yoon Sung dan Na Na, tapi Ki Joon menyangkalnya dan berkata kalu Lee Yoon Sung memiliki standar yang tinggi. Shin Eun Ah malah menduga kalau Yoon Sung sebenarnya menyukainya. Ki Joon yang mendengarnya cemburu. Tiba-tiba atasan Ki Joon datang dan mengajak Ki Joon untuk mengunjungi rumah Yoon Sung.
Atasan Ki Joon, Ki Joon dan Eun Ah mengunjungi rumah Yoon Sung dan ternganga melihat rumah Yoon Sung. Mereka memencet bel dan Yoon Sung menjawabnya.
Yoon Sung terkejut melihat kehadiran mereka dan menyuruh Na Na untuk sembunyi dan Shik Joong untuk berakting biasa.
Atasan Ki Joon, Ki Joon dan Eun Ah masih ternganga melihat rumah Yoon Sung.
"Ada apa kalian kemari?"tanya Yoon Sung
Atasan Ki Joon masih mencoba untuk membujuk Lee Yoon Sung untuk kembali bekerja di Blue House. Tapi Yoon Sung tetap tidak merubah keputusannya. Shik Joong menghampiri mereka dengan membawa buah-buahan yang sudah dipotong. Ketika dia melihat Shin Eun Ah, Shik joong benar-benar menyukai Shin Eun Ah.
"Dr. Lee aku mohon kembalilah. Jika Na Na tidak kembali maka aku akn menjadi instruktur mu."ujar Shin Eun Ah.
"hey, lalu aku akan berlatih dengan siapa?"tanya Ki joon sebal.
 
Shin Eun Ah memuji rumah Lee yoon Sung dan meminta ijin untuk melihat-lihat rumahnya. Belum sempat Yoon Sung mencegah, Eun Ah sudah pergi terlebih dahulu. Akhirnya Yoon Sung mengejarnya.Shin Eun Ah masuk ke dalam ruangan tempat Na Na juga berada. Dia mengajak Eun Ah untuk keluar dan melihat kamar mandi Yoon Sung yang dikatakan Yoon Sung sebagai tempat terbaik di rumahnya. Yoon Sung meninggalkan Na Na sambil tersenyum dan berkedip genit pada Na Na. Na Na sebal melihat kelakuan Eun Ah yang genit menurutnya.
Shik Joong memberikan bekal makanan pada teman-teman kerja Yoon Sung. Shik Joong memberikan bungkusan makanan yang paling besar kepada Shin Eun Ah. Ki Joon yang melihatnya menjadi cemburu. Shik Joong berkata kalau dia akan berusaha membujuk Yoon Sung agar mau kembali ke pekerjaannya di Blue House.
Jin Pyo sedang berada di rumahnya dan menerima laporan dari anak buahnya tentang dana yang disembunyikan oleh Kim Jong Shik.
"Uang 200 milyar won yang disembunyikan oleh Kim Jong Shik, kau katakan bahwa Yoon Sung telah menaruh pelacaknya?"ujar Jin Pyo
"Kita akan mendapatkannya ketika mereka akn memindahkannya."ujar Jin Pyo lagi.
"Mengapa kita harus mendapatkan uang tersebut? Bukankah kita melakukan ini bukan untuk uang?"tanya Anak buah Jin Pyo.
Jin Pyo merencanakan untuk mengirim uang yang telah dicuri oleh Kim Jong Shik yang tidak lain adalah ayah dari Jaksa Kim Young Joo kepada Jaksa Young Joo sendiri. Jin Pyo menambahkan jika Young Joo pasti akan menutupi semua tindakan yang ayahnya lakukan.
Di Rumah Yoon Sung, Na Na, dan Shik Joong berkumpul dan menyusun strategi.
"Ayahku pasti sudah tahu tentang keberadaan uang 200 milyar won ini. Dia tidak akan berdiam diri dan ini akn menjadi suatu masalah."ujar Yoon Sung
"Yoon Sung, apa kau dan ketua akn terus seperti ini?"tanya Shik Joong.
"Seperti apa ayah Lee Yoon Sung itu? Mengapa tidak tinggal bersama dengan bibi? Apakah dia tahu kalau kau adalah City Hunter?"selidik Na Na. Yoon Sung dan Shik Joong hanya terdiam mendengar pertanyaan Na Na. Na Na yang tidak mendapatkan jawaban menjadi curiga.
"Ya dia tahu. Tapi akhir-akhir ini terjadi sedikit perselisihan pendapat dan ini sedikit melelahkan" jawab Shik Joong.
"Apakah orang yang membunuh Lee Kyung Wan di rumah sakit adalah ayahmu?" tanya Na Na
Yoon Sung hanya terdiam. Na Na dapat menyimpulkan sendiri dari diamnya Yoon Sung. Na Na terkejut.
"Yoon Sung, jadi uang tersebut tidak akan ditransfer bukan?"ujar Shik Joong mengalihkan perhatian.
"Seharusnya akan ada beberapa tindakan yang dilakukan besok. Sebelum itu terjadi kita harus mengamati gerak-gerik dari Kim Jong Shik."ujar Yoon Sung
"Memasang penyadap ini tidak akan mudah."ujar Shik Joong
Di kampus, hampir seluruh mahasiswa melakukan unjuk rasa agar biaya pendidikan tidak menjadi terlalu mahal. Kim Jong Shik datang menghampiri para unjuk rasa dan berakting menyatakan kalau dia akan melakukan hal yang terbaik yang dia bisa.
"Tolong hentikan demonstrasi ini."ujar Kim Jong Shik
"Tidak, kami menghargai usahamu ketua tapi pemerintah tidak menanggapi. Ini sangat menyedihkan. Pertama kita harus mendapatkan pemerintah untuk membuat janji lebih dahulu."ujar ketua demonstran
"Jika itu yang kalian inginkan, aku tidak bisa menghentikannya. Lakukanlah dan jaga kesehatan kalian."ujar Kim Jong Shik sambil meninggalka tempat demonstrasi.

Setelah meninggalkan tempat demonstrasi, Kim Jong Shik berbicara pada anak buahnya.
"Bersekolah di universitas terbaik di Korea dan belum-belum mereka sudah mengeluhkan biaya kuliah yang mahal? Walaupun Mereka seMua tidak mau lagi sekolah disini masih banyak orang yang mengantri untuk mendaftar ke universitas ini. Dalam kasus ini, masyarkat kita dikendalikan oleh yang kaya dan berkuasa."ujar Kim Jong Shik senang.
"Jangan katakan kalau ketua kita ini sakit jiwa."ujar salah satu petugas.
"Bagaimana bisa dia menelpon kita setiap hari? Hari ini dia berkata kalau telponnya disadap. Besok dia akan berkata kalau ada kamera tersembunyi yang mengawasinya."lanjut petugas tersebut membicaraka Kim Jong Shik dengan jengkel.
"Pasti ada seseorang yang sedang mencoba mengawasinya."ujar petugas satunya.
"Benar akhirnya kita tetap akan mendapatkan unag lebih."ujar petugas tersebut
Tanpa mereka sadari pembicaraan mereka didengar oleh Yoon Sung.
"Dia benar-benar mempersiapkan segalanya."gumam Yoon Sung
Kim Jong Shik yang berada di kantornya menemukan kabel telepon yang copot.
"Siapa yang mencopot kabel telepon ini?"ujar Kim Jong Shik
"Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya bahwa seorang pelayan ceroboh makanya dia melakukan itu."ujar Sekretaris Kim anak buah Kim Jong Shik
"Bodoh, pecat dia segera."bentak Kim Jong Shik marah.
Kim Jong Shik segera menyuruh petugas yang disuruhnya untuk memeriksa ruangannya untuk lebih hati-hati dan tidak ceroboh. Kim Jong Shik merasakan sakit pada giginya dan menyuruh sekretarisnya untuk membuat janji dengan dokter gigi.
"Aku dari U-City Dental Equipment company, aku membawa dua buah gigi palsu dan alatnya."ujar Yoon Sung menyamar menjadi kurir pengantar gigi palsu yang akan digunakan oleh Kim Jong Shik. Ketika Yoon Sung akan pergi dia berpapasan dengan Kim Jong Shik, dengan sopan Yoon Sung menyuruh Kim Jong Shik untuk berjalan lebih dahulu. Yoon Sung melihat kepergian Kim Jong Shik sambil tersenyum licik.
Didalam ruang dokter gigi Kim Jong Shik diberikan gigi palsu yang tadi diantar oleh Yoon Sung yang sudah diberikan penyadap pada gigi palsu tersebut. Kim Jong Shik memuji dokter gigi tersebut atas kerjanya yang bagus.
Sekretaris Kim Jong shik memberitahu bahawa ada seseorang yang ingin bertemu dan ingin menyumbangkan uangnya untuk membantu dan pendidikan dan orang tersebut ingin bertemu Kim Jong Shik secara pribadi. Kim Jong Shik sedikit terkejut.
Di sebuah tempat, Lee Kyung Hee meminta ijin kepada salah satu biksuni (Ini tempat vihara mungkin..soalnya ada biksu nya..) untuk keluar sebentar karena ada urusan yang harus diselesaikan di Seoul. Biksuni berkata agar Lee Kyung Hee segera pulang karena kesehatannya saat ini sedang tidak membaik.
Di kantor Jaksa Young Joo menyuruh Jang Pil Jae untuk mencari Lee kyung Hee yang menghilang. Jang Pil jae mengatakan kalau mencari Lee Kyun Hee akan sangat sulit kerana Lee Kyung Hee tidak memiliki saudara atau siapapun yang daat di hubungi.
Jaksa Young Jo berkata kalau Lee Kyung Hee pernah mengatakan kalau suaminya pernah menjadi pengawal presiden. Jaksa Young Joo akhirnya mencari data-data dari Park Mu Yeol, tapi tidak satu dokumenpun ditemukan oleh Jaksa Young Joo.
Di perjalanan Yoon Sung mendapatkan pesan dari Kim Na Na agar Yoon Sung mampir ke klinik milik So Hee untuk mengambil pakaiannya yang tertinggal. Ketika sampai di klinik milik So Hee Yoon Sung mendapati orang kepercayaan Kim Jong Shik yang sedang mencari Kim Na Na.
 
Yoon Sung akhirnya pergi dari klinik So Hee dan membelikan Na Na pakain baru.
"Pakaian seperti apa yang kau cari?"tanya salah satu pelayan.
"Yang penting nyaman dipakai."ujar Yoon Sung
Yoon Sung akhirnya mengamibl beberapa pakaian wanita dan membuat pelayan tersebut kebimgumgan karena dia beranggapan kalau Yoon Sung mencari pakaian pria tapi malah mengambil pakaian wanita.
Di Rumah Yoon Sung, Na Na kaget melihat banyaknya baju yang dibelikan Yoon Sung untuknya.
"Bagaimana aku bisa menggunakan pakaina seperti ini di rumah."tanya Na Na
"Aku tidak tahu, tinggal pakai saja."ucap Yoon Sung santai
Na Na bertanya pada Yoon Sung kenapa ia tidak mengambil bajunya yang ada di Klinik milik So Hee. Yoon Sung menjawab kalau orang-orang Kim Jong Shik mulai mencarinya di Klinik So Hee.
"Pakailah itu, Hey, aku spesial memilihkan baju itu untukkmu agar dapat menutupi luka tembakmu."ujar Yoon Sung
"Yoon Sung kalu kau seperti ini kau mirip sekali dengan my long legs ajushi ku. Oh ya, kau tahu kalau sebenarnya dia adalah Jak sa Kim Young Jo, aku baru mengetahuinya. uh, aku sangat terkejut mengetahuinya. Jika kita memberitahunya tentang ini apakah dia kan membantu kita?"tanya Na Na
"Aish, bagaiman kita bisa memberitahunya kalau sekarang saja dia sedang melacakku. Kau bukan Kim Na Na tapi Beruang Na Na."ucap Yoon Sung kesal.
"Bagaiman kau bisa membantu kalau kau saja tidak bisa memberikan pendapat yang bagus?"ujar Yoon Sung
"Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan."ujar Na Na
Shik Joong datang mengahampiri mereka berdua sambil membawa sesuatu.
"Yoon Sung, apakah kau menggunakan ini? Ini bukan sabun tapi sampo? Na Na apakah kau ingin menggunakan ini?"tanya Shik Joong
"Aku sebenarnya ingin menggunakannya karena bahuku cedera aku tidak bisa mencuci rambutku.?"ujar Na Na
"Lalu aku akan membantumu untuk mencuci rambutmu, ayo."ajak Shik Joong
"Paman kenapa kau membantunya untuk mencuci rambut?"bentak Yoon Sung tiba-tiba.
"Lalu kau yang akan membantunya mencuci rambutnya?"ujar Shik Joong kaget.
"Iya, aku akan melakukannya. Berikan padaku."ujar Yoon Sung
"Lalu enapa kau berteriak padaku, membuatku takut saja."ujar Shk Joong.
Na Na yang melihat kelakuan keduanya hanya tersenyum.
Yoon Sung membantu Na Na untuk mencuci rambutnya.
"Ini benar- benar. Setelah lama hidup aku belum pernah sama sekali melkukan ini."ujar Yoon Sung tersenyum.
"Cuci bagian ini juga."ujar Na Na menunjukkan bagia rambutnya yang belum terkena sabun.
Kim Na Na menggoda Yoon Sung dengan memberikan busa sampo ke Yoon sung, Yoon Dung yang tidak terima membalas Na Na. Mereka main sabun dengan senang. (Hahaha!!)
Yoon Sung sedang berada di ruang kerjanya, Lalu Kim Na Na menghampirinya.
"Aku dengar kau memasang alat pendengar rahasia ke Kim Jong Shik?"tanya Na Na
"Ya, aku memasangnya di dalam tubuhnya."ujar Kim Jong Shik.
"Aku juga ingin mendengarkan."ujat Na Na mendekat.
Di kantor Kim Jong Shik, orang yang ingin memberikan bantuan dana pendidikan adalah Lee Kyung Hee. Lee Kyung Hee menyerahkan tabungannya tapi dengan syarat dia tidak ingin namanya disebut. Kin Jong Shik kaget mengetahui bahwa dana yang diberikan Lee Kyung Hee sebanyak satu milyar won.

Yoon Sung yang mendengarkan itu di rumah sangat kget mengetahui bahwa orang yang menemui Kim Jong Shik adalah Ibunya, Yoon Sung segera pergi menyusulnya dan Kim Na Na heran apa yang terjadi dengan Yoon Sung yang tiba-tiba pergi begitu saja.
Setelah kepergian Ibu Yoon Sung, Kim Jong Shik tersenyum dan memasukan bukau tabungan Lee Kyung Hee ke dalam kantong jasnya. Dia segera mengambil uang dari brankasnya. Sekeraris Kim Jong Shik menghampiri Kim Jong Shik.
"Dia sudah pergi. Dana pendidikan yang disumbangkan oleh seorang yang tidak igin disebut namanya (Anonyme) tidak perlu dilaporakan olah departemen keuangankan?"ujar Sekertaris Kim Jong Shik, Kim Jong Shik melemparinya beberapa gepok uang.
Yoon Sung mencari Lee Kyung Hee tapi mereka tidak bertemu walaupun berpapasan mereka saling tidak mengetahui.
Lee Yoon Sung pulang ke rumah dengan sedih. Na Na dan Shik Joong yang menunggunya bertanya apakah Yoon Sung berhasil menemukan ibunya. Yoon Sung menwab kalau dia tidak menemukan ibunya. Shik Joong meenanngkan Yoon Sung. Yoon Sung meninggalkan Na Na dan Shik Joon sendiri.
"Kita akan menangkap Kim Jong Shik dan mendapatkan 200 miliyar won tersebut. Aku tinggal dulu."ujar Yoon Sung
"Aku dapat melihat kehilangannya."ujar Kim Na Na
"Wa;aupun dia tidak pernah mengatakannya, dia sangat menyayangi ibunya. Ketika wanita yang membesarkannya meninggal, Muong Surin, dia hampir menjadi gila."ujar Shik Joong.
"Dapatkah kau memberitahuku apa yang terjadi?"tanya Na Na
"Maaf aku tidak bisa memberitahumu. Biar dia saj yang memberitahumu."ujar Shik Joong
Kim Jing shik bersama istrinya berbelanja dengan menggunakan uang cash. Yoon Sung yang mengawasinya pura-pura berbelanja juga dan meminta ijin kepada pelayan untuk mengambil beberapa gambar. Yoon Sung mengambil gambar tepat pada Kim Jong Shik.
Kim Jong Shik mengatakan pada anak buahnya untuk menyiapkan kontainer untukknya.
Yoon Sung yang mendengar perkataan Kim Jong Shik segera berfikit untuk apa kontainer tersebut digunakan.
Di kantor, Jaksa young Joo sedang meneliti tentang dana pendidikan yang hilang sebanyak 200 milyar won. Dia heran kemana uang tersebut. Dia lalu menduga bahwa ayahnya yang telah mengambilnya. Young Joo segera pergi.
Kim Jog shik mengemasi uangnya ke dalam kardus, Jaksa Young Joo masuk ke ruangan ayahnya dan terkejut melihat apa yan sedang dilakukan oleh ayahnya.
"Ayah, ada apa ini?"tanya Young Jo sambil melihat kardus-kardus yang berisikan uang.
"Bukankah kau berkata padaku kalau kau tidak terkait denga kasus korupsi?"ujar Young Jo
"Apakah ini uang pandidikan yang sebanyak 200 milyar won?"tanya Young Jo lagi.
Kim Jong Shik tidak berkata papun. Young Jo meminta ayahnya untuk mengembalika uang tersebut. Tapi Kim Jong Shik tidak mau. Young Jo berkata kalau dia tidak akan membantu ayahnya lagi.
Di ruang kerja Yoon Sung sedang mendengarkan pembicaraan antata Young Joo dan Kim Jong Shik, Na Na datang mengahampiri dan memberikan kopi untuk Yoon Sung. Na Na mencoba mengambil headset milik Yoon Sung untuk mendengarkan percakan Kim Jong Shik. Tapi Yoon Sung menolak dan menyuruh Na Na untuk pergi istirahat.
Mendengar percakapan Kim Jong Shik dan Young Joo.
"Ini adalah awal kesengsaran mu dan aku akan melihatnya."ujar Yoon Sung "Besok adalah harinya."
 
Yoon Sung, Na Na dan Shik Joong sedang mengamati kontainer yang mengangkut uang 200 milyar.
"di dalam kontainer itu berisi uang."ujar Yoon Sung
"Apa yang kita lakukan setelah mendaptkan uang tersebut?"tanya Na Na
"Kita akan mengembalikan uang tersebut pada orang tua dan murid-murid."ujar Yoon Sung
"Jika kita dapat membawa uangnya, ayahku akan datang kepadaku untuk mengambilnya. Tidak peduli apapun kita harus melindunginya."ujar Yoon Sung
Mereka mengikutinya dan memasukkan gas yang dapat membuat orang tidak sadarkan diri ke masing-masing mobil yang mengikutinya. Ketika bagian Shik Joong, dia tidak berhasil melakukannya. Dia dikejar oleh anak buah Kim Jong Shik, Na Na dengan sigap menghajar orang yang mengajar Shik Joong. Shik Joong yang melihat Na Na benar-benar terkesan. Yoon Sung yang melihatnya hanya tersenyum.

Yoon Sung, Na Na dan Shik Joong membuka kontainer tersebut dan melihat isinya uang. Mereka semua terutama Na Na dan Shik Joong terbelalak tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Yoon Sung membawa kontainer tersebut. Benar saja dugaan Yoon Sung. Jin Pyo dan anak buahnya mengikuti Yoon Sung dan berusaha menghentikan laju kendaraan Yoon Sung. Yoon Sung segera menghubungi Shik Joong yang mengendarai mobil bersama Na Na untuk menghalau Jin Pyo dan anak buahnya.
Shik Joong berhasil menghalau mobil Jin Pyo dan membuatnya kehilangan Yoon Sung. Ji Pyo berusaha untuk terus mengejar Yoon Sung dan mereka berhenti dan menghalau kontainer yang dikendarai Yoon Sung. Yoon Sung Turun.
"Aku harus mengambil uang tersebut."ujar Jin Pyo
"Apa yang akan kamu lakukan untuk uan ini?"tanya Yoon Sung
"Aku akan menggunakan uang ini untuk menghabisi Jaksa Young Jo."ucap Jin Pyo
"Aku berencana mengembalikan uang ini kepaa pemilik seharusnya dan lalu melanjutkan balas dendam ke Kim Jong Shik."ujar Yoon Sung
"Apa kau akan melawanku hingga akhir?"ujar Jin Pyo mulai marah
"Aku memperingatkanmu."ujar Yoon Sung
Jin Pyo lalu mengambil alih kontainer yang telah dikendarai Yoon Sung dan pergi. Mereka berhenti di sebuah terowongan dan terkejut kalau ternyata mereka telah ditipu oleh Yoon Sung dan kawanannya.
"Dia berani membohongiku."gumam Jin Pyo marah
Di ruang kerja Kim Jong Shik, dia mendapat kabar dari anak buahnya bahwa kontainer yang mengangkut bukunya hialng di curi. Kim Jong Shik kaget marah mendengarnya.
"Kau pikir semua itu buku?"bentak Kim Jong Shik marah.
(Berarti anak buah Kim Jong Shik gak tau dong kalau itu semua isinya uang.!??)
Di kontainer sebenarnya, shik Joong mengganti plat dari kontainer tersebut. Lalu masuk ke dalam kontainer tersebut. Shik Joong yang melihat banyak uang di dalam tidak percaya dan berusaha duduk di atasnya dan menghamburkan uang tersebut ke udara. Na na dan Yoon Sung yang melihatnya tersenyum. Yoon Sung and the gank, membagi uang tersebut menjadi satu kerfus kecil untuk diberikan kepada mereka yang seharusnya mendapatkannya.
Banyak siswa yang mendapatkan uang tersebut, di dalamnya terdapat surat dari City Hunter,
--Untuk membantu meringankan biaya pendidikan. Ketua Kim Jong Shik telah menggelapkan uang ini dan sekarang aku mengembalikannya pada kalian-- City Hunter
Ketika semua siswa mulai bicara tentang uang yang diberikan oleh City Hunter, seorang mahasiswa perempuan menelpon ibunya dan bertanya apakah sudah ada kiriman dari City Hunter untukknya. Gadis itu adalah mahasiswa yang ditemui oleh Yoon Sung ketika sedang mengantar Da Hye berkeliling universitas yang sedang memperlakukan ibu kantinnya dengan semena-mena.
Shik Joong menyuruh Yoon Sung dan Na Na berbelanja. Shik Joong akan memasak banya makanan untuk merayakan keberhasilan rencana mereka.
"Aku suka yan goreng, ayam ayam ayo kita beli."ujar Na Na
"Kau benar-benar penyuka ayam sejati."ujar Yoon Sung tertawa.
Mereka berdua pergi ke supermarket membeli banyak makanan. Ketika sampai di sebuah keranjang wortel Na Na berhenti dan mengambilnya.
"Aa kau akan mengambil itu?"tanya Yoon Sung melihat Na Na mengambil wortel.
"Ya, rasanya enak jika dicampur dengan sayuran lain."ujar Na Na
"Jangan ambil itu. Aku tidak suka."sambil melempar wortel kembali ke keranjangnya.
"Selain daging kau juga harus banyak makan sayuran untuk memenuhi vitamin yang dibutuhkan tubuhmu seperti vitamin ABCDEFG."Ujar Na Na
Tapi Yoon sung tetap menolaknya. Akhirnya Na Na mengambil Tomat. Ketika berada di keranjang tomat ada pelayan yang menyuuh Na Na merasakan tomat yang telah dipotong.
"Pasangan pengantin harus mencoba ini."ujar Pelayan tersebut.
"Ah, kami bukan."ujar Na Na malu.
Ketika mereka akan pulang, Tomat yang berada di keranjang Yoon Sung jatuh berceceran. Na Na mengambilnya sampai keluar dari supermarked. Yoon Sung yang akan menghampiri Na Na
keluar tiiba-tiba pintu dipermarket tidak bisa terbuka. Suara motor terdengar dan membuat Yoon Sung panik yang melihat Na Na sendirian di parkiran yang gelap. Ketika motor tersebut mulai mendekat, Yoon Sung melihat bahwa itu adalah Ayahnya yang akan mencoba membunuh Na Na. Yoon Sung terperanjat!!.



21 respon:

reniie mengatakan...
Oh no... Pa yg akan trjadi pd nana... Keren...keren...keren... Pd thanx y, di tunggu klanjutan na, . By: reniieOh no... Pa yg akan trjadi pd nana... Keren...keren...keren... Pd thanx y, di tunggu klanjutan na, . By: reniie
mimu mengatakan...
akhirnya keluar juga.. thanks ya sinopnya,keren lho.. aigoo, ngeliat jin pyo tambah kesini tambah nyebelin aja.. terus semangat yah tim PD.. aku tunggu kelanjutannya.. HWAITING..FIGHTING..ampe rambut KERITING..!!!! :p SEMANGAAAT...^^ *mimu*n pyo tambah kesini tambah nyebelin aja.. terus semangat yah tim PD.. aku tunggu kelanjutannya.. HWAITING..FIGHTING..ampe rambut KERITING..!!!! :p SEMANGAAAT...^^ ~mimu~
Anonim mengatakan...
akhirnya udah keluar jg eps 12 . ka buat sinopsis heartstring dong :) thanks bgt ya untk semua sinopsisnya :3 -ruthoktriani-
Veely mengatakan...
hohoho...snengnya pgi2 srapan city hunter,tp awwww..endingnya mnegangkan,ga sbar nunggu ep slanjutnya,,,,
Anonim mengatakan...
O oww.. Keren2,dtgg kelanjutannya ya.... Kasih semangat segede gunung deeh.. Elva
Dewi Cendrillon mengatakan...
daebak PD.... sinop heart string udah dibuat kok, liat aja di postingan.... hehehe
haehara mengatakan...
Daebak... Apa yg bakal t'jadi yah sama Nana ?? Please SBS No sad ending... Bwt PD FIGHTING !!!!!!
Endah mengatakan...
akhrx keluar jg snops ep 12i like this scene,i love minmin couple,trima ks pelangi drama
silvi mengatakan...
sory y..translate pas yoonsung beli baju bkn itu.. harusny kryawan:mw mencari baju yg spt ap YS : untuk baju rumah (truz ambil 1) K : (bingung) maaf,in bkan bju rumah YS : tdk ap2..baju it cantik K : (bingung,krn baju yg dplih YS it bkn baju rumah smua)
Anonim mengatakan...
halooo makasih buat sinopnya :D mau sdkt berkomentar thdp city hunter kayaknya sutradaranya krg update nih.. mengenai transfusi dari golongan darah O ke gol. darah lain sekarang sudah tidak berlaku (tdk disarankan) lagi dalam praktek nyata karena masih bisa menimbulkan reaksi penolakan. O sbg pendonor universal umumnya hanya berlaku untuk teoritis saja.. *sekedar info*
Fadli Adam mengatakan...
episode 13 + 14 tambah seru banget.. ane udah nonton gan.. di sbs udah tayang tuh..
yuyu cicerro mengatakan...
kereeeeeeennnnnn, jadi penasaran ama episode selanjutnya thanks sinopsisnya...ditunggu ya episode 13... city hunter kereeen abis...jadi pengen nonton.... yuyu
yuyu cicerro mengatakan...
kreeeennn...banget city hunter.. thanks sinopsisnya...ditunggu episode 13 nya,penasaran...jd pengen nonton city hunter.... yuyu
iis RF mengatakan...
hwaaaa... padahal aku udah coment td siang lwt hp tp g masuk >_< PD Jjang..... ^^ gr" ngedit semalam sambil baca jd penasaran ama CH, tadinya kn gak tertarik. jadi pengen nonton... DL-DL ^^ muhaha.... @anonim : ttg donor itu memang tdk semua gol darah O cocok didonorkan, biasanya karena RH atau Rhesusnya yg beda. tp di indonesia sendiri RH itu kurg populer hanya tau gol drhnya aja. itu setau saya.
nengUshy mengatakan...
whuaaaa sinopsis 13 dan 14'a buruan ya dh g sabar. penasaran.com anyongaseo.......
Rienz mengatakan...
Yon Sung Romantis yah... Juga baik hati spt Robin Hood... Duh...penghabisnnya bikin jantung cekot2 niy... tengkyu yah pelangi...
Anonim mengatakan...
ada info cara mendapatkan DVD nya City Hunter ...? thanks
Anonim mengatakan...
Thanks sinopsisnya. Penasaran banget nih di tunggu ya kelanjutannya :)
Qhaisar Rain mengatakan...
Hwaaa... Apakah yang akan terjadi???
she sali mengatakan...
kayak iljimae...iljimae versi old, kalo city hunter versi modern..sama persis..balas dendamm... mana episode 13 ny ni...??? ditunggu....
Anonim mengatakan...
udh 1mnggu ne koq blm kluar episode 13nya.............udh g sbr ne... hehehehe
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
 

Baca tulisan selengkapnya di: [Sinopsis] City Hunter Episode 12 ~ Pelangi Drama
Terimakasih atas partisipasi anda untuk tidak mencopas !!! 

BoyBand Korea

BoyBand Korea
2PM

Ss501

Ss501
Band y p'sonilnya cakep abis,, ^^

TVXQ Band

TVXQ Band
5 cwok cakep

Big Bang BAnd

Big Bang BAnd
Asal Korea